Gallery

Energi, laut, dan peran kecil untuk bumi Indonesia

Seberkas kata kata dari aku yang seorang Indonesia.

Bicara soal bumi tentu kita tahu bahwa bumi mempunyai banyak bentukan, salah satunya daratan, dan lautan. Manusia lebih banyak menghabiskan waktu di daratan karena kita tidak punya insang. Hubungan sebab akibat yang terjadi karena sistem yang telah Tuhan ciptakan. Bisa jadi juga karena oksigen yang terlepas diudara lebih banyak dibanding di dalam lautan. Bumi menjadi tempat favorit untuk menusia karena menyimpan apa yang kita butuhkan untuk hidup. Sederhana. Karena manusia hanya ingin hidup nyaman. Selama bermilyar milyar tahun bumi menyimpan pesona, energi, eksistensi, dan isinya untuk manusia, hewan, tumbuhan, monera, dan protista. Dan manusia, telah ditunjuk Tuhan untuk menjadi pemimpin dalam merawat bumi. Bumi tak meminta apa apa sebenarnya, hanya minta dirawat agar dia tetap sehat dan membawa manfaat optimal.

Bumi menyimpan banyak energi yang masih terpendam dalam bentuk yang bervariasi. Berdasarkan Hukum termodinamika yang disampaikan oleh Prescott Joule bahwa energy itu kekal, Dia tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Hakekatnya saat kita berkata bahwa kita kehabisan energi, sebenarnya mungkin itu tidak tepat. Kita hanya belum mampu merubah energi dari alam ke bentuk energi yang bisa kita gunakan. Pengetahuan telah mengantarkan kita pada banyak titik sumber energi. Energi identik dengan hasil dari batu bara, tambang minyak, gas alam, dan beberapa sumber lain yang berasal dari proses pengeboran tanah. Sumber yang tidak dapat diperbaharui. Pakai, berkurang, dan lalu habis. Dan Indonesia sebenarnya punya cerita lain tentang energi yang tersimpan. Dalam ruang, sejarah, pengetahuan, dan manusianya.

Indonesia. Negara yang menjadi idaman para negara di dunia dengan posisinya yang strategis, punya beribu ribu pulau, tanahnya subur, biodiversitasnya yang tak terbatas, dan budayanya yang nyentrik. Dari kelebihan itu, Indonesia mampu menjadi negara yang kaya, adil, makmur dan sentosa. Itu harapannya. Dari kondisi alamnya, tentu Indonesia menyimpan banyak energi yang patut kita optimalkan untuk kesejahteraan rakyatnya. Salah satunya adalah Indonesia maritim.

Indonesia mempunyai panjang pantai 95.181 km dengan energi dan bioviversitas yang melimpah. Potensi bidang kelautan sebagai sumber energi alternatif dapat dikaji dalam berbagi hal. Bisa dari kekuatan ombak, angin, dan biotanya. Banyak potensi yang sebenarnya bisa dikembangkan disana. Salah satu biota yang menjadi kandidat potensial sebagai penghasil energi biofuel ramah lingkungan dan terbarukan adalah Alga. Jenis tanaman laut sederhana yang hanya mempunyai talus dan rhizoid  mampu bereproduksi dengan cepat. Biomassa yang dihasilkan pun cukup tinggi. Komponen senyawa karbohidrat dan lemak yang tinggi dapat dijadikan referensi energi alternatif.  Minyak yang terkandung didalam alga hampir 60 % dapat menjadi sumber biodiesel. Sedangkan kandungan karbohidratnya bisa menjadi bioetanol. Hampir di setiap sisi lautan dapat ditemukan alga. Dan bukan hal yang tidak mungkin jika pemanfaatan alga sebagai biofuel dikaji dan diterapkan di Indonesia. Seandainya sepanjang pesisir pantai di aplikasikan sistem pertanian alga, maka bukan hanya mendapat pemasokan sumber energi  saja namun alga juga mampu mengurangi polusi. Alga dapat mengikat CO2 di udara lebih banyak dan lebih efektif dibandingkan tanaman tingkat tinggi di daratan. Jadi ibarat kata, sekali mendayung dua pulau terlampaui. Sekali budidaya alga, energi dan polusi teratasi. Dan bukan hal yang tidak mungkin jika mendapat energi  dari alamnya sendiri.  Karena Indonesia telah maritim. Energi itu masih tersimpan didalam lautan bersama lagu nenek moyang.

Kini, saatnya memperhatikan apa itu laut. Bukan hanya sekedar menatap ombak dan pasir yang  indah. Tapi disana ada energi positif untuk masa depan bangsa. Dan kita yang muda yang berkarya. Yang muda yang mencipta masa depan.

Kita yang muda yang sebagian menjadi pelajar, mahasiswa, dan peran peran yang harus berhubungan dengan pengunaan energi yang berlebihan. Salah satunya penggunaan kertas. Untuk tugas, laporan, dan beberapa macam kebutuhan organisasi. Kita bisa menjaga lingkungan dengan cara menggunakan kertas bolak balik atau kertas bekas. Apalagi untuk bidang ilmu sains yang faktanya sering membuat proposal dan laporan penelitian yang mungkin harus berkali kali karena ada proses revisi disana. Mengurangi penggunaan kertas juga mengurangi pohon yang ditebang. Bekas, bolak balik. Bisa jadi solusi kecil untuk bumi.

Salam bahari, salam energi

.laut dan energi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s