Saat kita jadi sok paling tahu tentang apa yang orang perlu tahu

Sadar gak sih banyak dari kita yang gampang banget menghakimi/menertawakan/mengherankan/mempertanyakan ketidaktahuan orang.

Ya, aku salah satu pelakunya.

Saat suatu hal yang –menurut kita- dia harus tahu, eh ternyata dia gak tahu. Sontak kita begitu mudah dan meremehkan, bilang “Serius kamu gak tahu”, “Ya ampun, masak sih kamu gak tahu?”, “Kamu kemana aja sih kok gak tahu”.

Reaksi spontan yang terlihat wajar memang. Wajar sekali.

Meski mungkin banyak dari kita yang mengemasnya dalam bentuk becandaan. Biasalah anak muda kalau belum saling ejek-mengejek belum sah jadi teman. Ya. Memang sih. Tapi tetap saja, rasanya ada yang mengganjal.

Terlepas dari semua itu, aku hanya berpikir. Atau mungkin lebih tepatnya aku baru sadar….

“Kayaknya aku gak seharusnya begitu deh”.

Hati nuraniku seperti menyeret otakku untuk berpikir lebih dalam. Sampai ke kedalaman yang membuatku agak gemetar. Karena jujur, aku menyesal menghakimi ketidaktahuan orang belakangan.

Hey,

Tahu segalanya bukan jaminan kita bisa hidup bahagia. Tahu tentang semua hal tak selamanya membuat hidup kita lebih baik. Tahu perihal apapun tak menjamin kita masuk surga.

Ya, karena terkadang Tuhan menjaga kita dengan ketidaktahuan. Tak semua hal perlu kita tahu. Karena tak semua hal itu baik untuk kita tahu. Misalnya saja,

Bukankah hidup lebih mudah dijalani saat kita tak tahu kapan tepatnya kita mati?

Bukankah tidur jauh lebih nyenyak saat kita tak tahu nyamuk menggigit semalaman?

Bukankah kesedihan jauh lebih mudah dilewati saat kita tak pernah dengar lagu galau yang menyayat hati?

Bukankah hidup lebih bahagia saat kita tak terlalu peduli dengan hitungan bakteri di telapak tangan?

Kadang ketidaktahuan akan suatu hal membuat kita jauh dari kekhawatiran. Jauh dari kesibukan yang memang tidak ada manfaatnya. Tak dihantui rasa cemas yang buang-buang energi. Dan itu membuat kita lebih bahagia. Dari hal besar sampai hal paling sederhana.

Menurutku, menilai apa yang perlu kita tahu itu seperti makan. Sesuai selera dan kebutuhan. Gak semua jenis makanan harus dimakan. Gak semua porsi orang punya porsi yang sama. Tergantung kondisi masing-masing. Sudah ideal atau belum? Itu bukan urusan kita untuk ikut campur.

Ya, menertawakan ketidaktahuan orang mungkin membuat kita sedikit jumawa. Tahu apa yang orang tidak tahu bikin kita sedikit bangga. Tapi itu sama sekali gak bikin hidup kita berubah jadi lebih baik.

Karena bahagiamanpun. Ketidaktahuan bukan hal yang patut ditertawakan. Karena barangkali hidupnya lebih baik dengan tidak tahu suatu hal.

Mungkin begitulah Tuhan menjaganya.

Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s