Gallery

Sama dan saling

ranu kumbolo

Suatu pagi disebuah kota, dua anak manusia terpaut oleh rasa yang tak berperasaan. Setidaknya membuat meraka merasa kacau, galau, dan gundah. Tapi satu hal yang pasti, rasa ini lebih sering membuat meraka bahagia. Melayang kedunia khayal, sepintas menembus kisah romantis di sebuah drama kehidupan. Rasa yang mereka sebut sebagai anugrah. Hingga suatu waktu yang tidak pasti, rasa itu tumbuh seperti bakteri tak terkendali. Memenuhi ruang di hatinya. Sampai bakteri lainpun tak mampu mendesak ruang nafasnya. Mencinta sepenuhnya.

Akhirnya meraka sama sama merindu, sama saling menunggu, sama saling menahan, sama saling memenuhi pikiran, sama saling mengkhawatirkan, sama saling mempertanyakan, sama saling menunggu untuk memulai percakapan, sama saling mengharap pertemuan, sama saling memendam perasaan, sama saling mengeja sikap yang nyaman, sama saling ingin menyapa, sama saling merasa terluka, sama saling bahagia karena rasa, sama saling menjaga, sama saling menyembunyikan, sama saling bimbang, sama saling berkamuflase, sama saling untuk tidak menyakiti, masih sama saling mencintai.

Cinta mereka sama dan berbeda dari yang lainnya. Ada rasa tapi tak saling berani mengungkapnya dengan asa. Ada rindu, tapi malu menyebutnya dengan lugu. Ada harap, tapi kadang ingin menyerah. Satu cerita yang tak biasa ku kenal. Ada cinta didua manusia sederhana.

Meraka akan tetap sama dan saling. Karena satu adalah bayangan yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s