Gallery

Harta berharga dunia akhirat

children

Anak anak.

Karunia Tuhan yang indah. Mereka yang membuat para dewasa menjadi bahagia. Mereka yang menjadi harapan bangsa. Harapan untuk dunia lebih baik. Mereka yang menjadi berharga disetiap saat.

Kecil. Disetiap sudut bumi selalu ada anak anak baru yang hadir ke dunia. Manusia baru.
Anak anak menjadi sumber inspirasiku untuk selalu berkarya. Mereka yang selalu membuatku membuka mata.

Dalam suatu siang, saat pertama kali berkunjung kesuatu tempat penampungan anak anak yang dibuang. Aku menemukan manusia manusia cantik  gagah dan cerdas. Mereka malaikat kecil yang hadir di bumi. Berjajar dibalik keranjang, mereka melihat mataku dan berharap kasih. Jernih. Aku mendekat kesebuah keranjang tempat tidur yang berisi perempuan kurus kecil yang tengah berbaring bernama Rahma. Dia kurus sekali. Aku banyak bercanda dengannya. Mengajakanya berdiri. bercakap. Dia sekitar empat tahunan. Kata katanya masih belum terlalu jelas. Tapi sepertinya dia adalah yang paling besar diantara yang lainnya. Bercengkrama. Dia selalu memegang tanganku dan mengajakku bercanda. Bahagia. Seketika disamping keranjangnya ada laki laki kecil kepala plontos mengintik di balik keranjangnya. Memandangi kita dan seperti berharap. Dia mungkin cemburu. Bergumam  pelan sambil menyodorkan tangan ” mbaak, mbaak”. Rasanya hatiku tiba tiba runtuh seketika melihat sorot matanya. Aku segera ingin memeluknya, tapi Rahma juga terus memegangi tanganku erat. Aku mencoba bersepakat dengan Rahma bahwa aku akan kembali nanti.
Oh Tuhan, sayangi mereka. Lalu kupeluk dengan hangat erat jagoan kecil itu. Dia memintaku untuk mengeluarkannya dari keranjang. Dia ingin juga bermain main denganku. Rasanya entah apa saat itu. Mereka pasti begitu rindu dengan sosok orang tua. Rindu pelukan hangat yang membuat mereka merasa nyaman. Silih berganti banyak orang yang datang berkunjung. Tapi tak ada yang menjadi orang tuanya. Mereka yang tidak tau dimana dan siapa orang tua mereka. Mereka yang harusnya menjadi bintang kecil dalam sebuah keluarga.

Hampir sebagian dari meraka adalah anak anak yang tidak diinginkan orang tuanya. Ada sekitar 20 an. Penghuninya berubah ubah karena ada yang masuk dan ada yang diadopsi. Mereka hasil dari hubungan haram yang lalu dibuang. Ada sebagian sakit karena obat obatan yang dikonsumsi ibunya. Terkadang terfikir. Kenapa orang tua mereka tega membuang mereka seperti itu. Entahlah, itu urusan dia dengan Tuhannya. Yang aku aku tau anak anak disini yang harus difikirkan. Ada bayi kecil berumur 1 minggu yang baru ditemukan. Masih merah. Dan ditinggalkan oleh orang tuanya. Ini gambaran di Indonesia, di kota jogja, di kecamatan condong catur, di ruangan kecil panti sayap ibu.

Bagaimana diluar sana?
Anak anak yang tinggal di kolong jembatan, dipinggiran jalan, yang bekerja keras mencari sesuap nasi, yang tidak sekolah, yang hanya punya satu baju ganti, yang tidak ada orang tua, yang bisa tidur dimana saja, yang tak pernah sakit karena terbiasa, mereka yang harusnya dilindungi negara. Mereka yang harus diasuh oleh orang orang dewasa.

Kita melihat lebih luas lagi,
Anak anak korban perang, yang tak punya apa apa untuk sarapan, makan siang, atau makan malam, yang ketakutan saat ada tembakan mendadak datang di bak pengungsian, yang meresakan sakitnya busung lapar di afrika, yang harus merawat adik adiknya saat orang tuanya telah mati tertembak.

Mereka. Anak anak dunia yang harus kita pedulikan. Mereka yang membutuhkan cinta dan kasih sayang. Mereka yang rindu akan pelukan. Mereka yang butuh bantuan kita.

Kita yang telah nyaman di sini. Kita yang telah merdeka. Kita yang menjadi saudara mereka. Kita yang harusnya bisa…
bisa apa? apa yang bisa kita berbuat untuk mereka?

Ya yang bisa kita lakukan untuk mereka adalah selalu mendoakan, berkarya, dan terus berjuang agar tangan kita bisa sampai untuk memegang mereka, membantu mereka “berdiri” dengan baik. Kita yang merdeka membantu mereka untuk  benar benar merdeka dan terbebas dari kelaparan dan rasa penderitaan. Kita dipilih Tuhan untuk berada disini. Mendapat tempat yang baik. Hidup yang baik, nyaman.  Tapi kau tau, ada hak mereka ditangan kita. Ada hak mereka yang telah lupa tidak kita berikan. Ada hak mereka di dalam diri kita. Hak untuk memperdulikan mereka.

Teruslah berkarya berjuang agar kita bisa lebih dekat lebih banyak membantu mereka. Berjuang dan berkarya untuk membantu agar mereka bisa hidup lebih baik. Saat mereka tidak dapat memperjuangan hak dari negaranya. Kitalah yang membantu mereka mendapat haknya.

Peduli bisa dilakukan dengan banyak cara. Lakukan dari hal hal kecil, dari sederhana, sebisa kita. Dan kita akan bertemu disana dengan senyum mereka yang lebih bahagia.
Anak anak itu, adalah karunia Tuhan yang dititipkan.  Mari bersama sama membantu merawat kepunyaaNya.

Semoga Allah melindungi mereka (anak anak diseluruh dunia) membuat mereka bahagia sehat damai tentram dan sejahtera.

Sebuah lagu :

Kulihat ibu pertiwi,sedang bersusah hati

Airmatanya berlinang, mas intanmu terkenang

Hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan

Kini ibu sedang lara ,merintih dan berdoa

 

Kulihat ibu pertiwi, kami datang berbakti

Lihatlah putra putrimu, menggembirakan ibu

Ibu kami tetap cinta, putramu yang setia

Menjaga harta pusaka, untuk nusa dan bangsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s