Gallery

Berdirilah lagi,

Tiba tiba ada seorang teman yang menghubungiku. Dia cerita tentang kesedihannya. Aku mendengar, aku menasehati. Tiba tiba tersentak aku teringat diriku sendiri. Sebenarnya aku menasehati diri sendiri juga.

Apa sih yang kita cari dari kehidupan? Kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Itu saja.

Diriku. Yang bahkan tak banyak hal yang mampu kuceritakan pada orang lain secara gamblang. Tentang apa yang terjadi pada diriku. Beberapa waktu lalu. Tentang ketidakseimbangan dalam diriku. Kehilangan arah, tujuan, harapan, ceria. Semua runtuh seketika dalam waktu yang tidak sebentar. Jiwaku sepertinya runtuh berantakan entah berceceran dimana. Berkeping keeping dan tak berbentuk. Jatuh. Putus asa. Tak punya harapan. Berduka. Menangis. Sedih. Ketakutan. Terpukul. Tak punya banyak pilihan. Hanya ada : sembuh atau mati.

Terdiam sebentar.

Ya, aku ucapakan dan berjanji aku akan sembuh. Kalau Tuhan memang mengijinkan untuk itu. Pada diriku sendiri, pada Tuhan. Akhirnya aku belajar berdiri lagi semampuku. Menata lagi senyum yang tulus. Mencari kembali makna tentang sebuah harapan hidup yang lebih baik. Mengumpulkan segenap rasa, jiwa, hidup, semangat yang tersisa. Dan aku percaya bahagia itu tidak pernah habis. Ia akan selalu ada dihati kita yang siap dipilih setiap saat. Menata rasa sakit memang tidak semudah melewati hari minggu pagi. Tapi aku hanya yakin semua akan terlewati dengan indah. Semua akan berlalu pada akhirnya. Membangun jiwa jiwaku yang tengah terbang berantakan entah kemana perginya. Menghimpun apa yang mampu kuhimpun dengan kapasitasku. Tuhan tak memberi kita cobaan yang melebihi kapasitas kita. Dia selalu tau apa yang pantas untuk kita lebih dari sepengetahuan kita tentang diri kita sendiri. Semua hal menjadi bukti cinta Tuhan pada kita. Karena bahagia sering datang kepada kita dalam bentuk bermacam macam. Kesakitan, kehilangan, kekecewaan. Dan dengan kesabaran, kita segera akan melihat bentuk aslinya. Berusahalah untuk tidak buta dan selalu membuka mata.

Dan pagi ini, aku menyisir lagi rambutku dengan rapi. Tersenyum dengan simpul sederhana bahagia melihat wajahku di kaca. Cantik. Semangat dan rasa cinta tentang hidup yang harus ditumbuhkan lagi. Harapan itu mulai tumbuh lagi di sudut pandangan. Aku segera sembuh. Pasti bisa sembuh.

Ridho Allah itu terletak pada kepatuhan dan kerelaan kita menerima apa yang memang Allah berikan pada kita. Maka berdirilah lagi. Hiduplah dengan sebaik baiknya cara. Dan cara yang baik untuk hidup adalah tetap optimis, bersemangat, berdoa, dan bersikap baik. Berdamai dengan mereka, rasa sakit dan luka, agar mereka bisa segera bebas dari diriku.

Kita hanya perlu untuk berfikir positif, berkarya, bermanfaat untuk orang lain. Mungkin sekarang aku masih tertatih lemah dan tak punya banyak tenaga. Cupu. Tapi aku percaya aku mampu untuk berjalan lebih tegak. Mempercayai diri sendiri. Bahwa aku mampu. Kenalilah dirimu, maka kau akan mengenal Tuhanmu. Tak mudah tapi kita semua sebenarnya bisa. Sedikit perjumpaan yang bahagia dari tulisan akan sebuah janji dari Tuhan dalam Alquran. Aku akan tetap berjuang. Aku akan tetap berkarya. Aku akan tetap berusaha menjadi bermanfaat. Aku bisa. Aku bahagia.

Aku akan mengalir dalam arus kehidupan yang Tuhan berikan padaku. Berlayar dengan semaksimal mungkin sekemampuanku. Mengalir dengan semangat berfikir positif. Optimis adalah bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan yang memberi kita kesempatan lagi. Tubuh ini hanya titipan Tuhan untuk menjadi tempat buat jiwa kita. Rasa syukur kita atas sebuah kehidupan adalah berusaha hidup lebih baik.  Aku ini siapa? Aku ini milikNya, dan aku harus mampu merawat jiwaku, diriku, dan hidupku dengan lebih baik sebagai tanda terima kasihku.

Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Bisa jadi kita rasakan dalam semenit, sejam, sehari, atau setahun. Namun, jika kita menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya.

Jadilah seorang pemberani yang berani hidup lagi. Apa yang kamu takutkan? Hidup itu tidak pasti. Berjalanlah lagi, terowongan ini terlalu panjang untuk kamu terlalu lama berdiam terus disini. Berjalanlah lagi, lagi, dan lagi. Selangkah lebih baik daripada kamu hanya meratapi. Mengatur nafas. Menghadirkan Tuhan disetiap langkah yang akan ditempuh. Jangan takut. DIA selalu ada. DIA tidak pernah tidur. DIA tidak pernah bosan mendengar curhatanmu. DIA tidak pernah sekalipun memalingkan pandangan darimu. DIA selalu hadir didalam hati. DIA ada setiap kali kamu merintih kesakitan dan meminta tolong.

Tersenyumlah, berbagilah, berbahagialah, dan bersyukurlah.

Maka nikmat Allah mana yang engkau dustakan?(Ar Rahman)

up

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s