Gallery

hujan dalam bahasa

hujan

Hujan hari ini membawa cerita yang berbeda. Harapan. Rindu. Sendu. Syukur. Bahagia. Penuh. Sesak. Penat. Rintik berubah merdu dan kosong. Hanya beberapa nada yang mampu diterjemahkan dalam kata. Kubangan memantul cahaya dijalanan kota. Berteriak dan mengubah warna menjadi senja. Kuharap hujan tidak lekas berhenti sekarang. Tunggu aku lebih mampu. Membaca warna dengan mataku, mendengar nada dengan telingaku, memilah rasa dengan lidahku. Agar aku tetap bahagia. Tak apa, tetesan air mulai berganti dan berbagi waktu. Saling menunggu, Menanti hujan menjadi habis. Hingga titik telah usai, dan berhenti membuat haru. Jangan kau tanya apa maksudku. Sederhana. Karena aku ada rindu.

Disudut tempat makan, di meja dengan kursi panjang. Dalam cerita Yogyakarta, 16 Desember 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s