Gallery

Pemira dan Nasionalisme

Akhir – akhir ini kampuspemimpin negara dengan berpesta. Namanya pesta politik. Baru kali ini aku suka yang namanya Pemilu. Kalau dulu mungkin biasa saja, tapi sekarang serasa lebih menikmati. Padahal sekarang aku hanya penonton, bukan lagi panitia KPRM. Tapi aku rasa sekarang lebih menarik. Kampanye, Spanduk, Foto dimana mana, Slogan ini itu, Banyak wajah wajah yang terpampang umum di jalanan UGM. Aku suka. Aku menikmati suasana. Sepertinya aku sedikit mempunyai rasa dengan politik. Politik kampus. Pemira Presma, Senat, dan para jajarannya. Ada beberapa yang tiba tiba dan tidak terduga menjadi tim suksek timnya masing masing.

Suaraku ada pada siapa?  itu rahasia dibalik bilik.

Atmosfer kampusku yang berubah. Tak lagi sekedar jas laboratorium, laporan, proposal, tikus, reagen, tanaman, kromosom, dan segala embel embel ke-biologi-an. Ada warna berbeda yang membuatnya menjadi tampak menarik.  Kampanye, dukungan, doa, debat, dan yaaa politik kampus. Politik pembelajaran. Dan aku pikir ini adalah pembelajran mereka untuk berpolitik di negara.

Katanya ini adalah bentuk demokrasi. Demokrasi dan kebebasan. Dan penggalian makna dari Pancasila.

Pancasila yang menjadi dasar ideologi untuk membuat negara ini jadi indah. Aman, tentram, adil, makmur, sentosa. Nasionalisme yang harus dijunjung pemuda Indonesia. Karena nantinya kitalah yang menjadi pemimpin bangsa. Ya, dari hal kecil, dari diri sendiri, dari saat ini. Ternyata kita berperan dalam perwujudan sikap bangsa. Entah kenapa, mungkin seiring dengan kedewasaan aku mulai peduli hal ini. Karena ternyata ini memang penting.  Kalo bukan kita siapa lagi?

Bukan saatnya mengeluh karena keadaan. Tapi bergeraklah untuk perubahan. Yang lebih baik.

Indonesia akan ada cerita indah ditangan para pemuda bangsa. Yang peduli. Yang aktif. Yang berkontribusi. Yang tak kenal pamrih. Yang beribadah. Yang berkarya. Yang berjuang. Yang saling menghormati. Yang menjaga martabat. Yang punya sikap. Yang berkarakter. Yang bisa menghargai. Yang berbagi. Yang mau melakukan hal kecil ataupun besar untuk orang lain.

Dan lalu, seperti apa cerita indonesia di tanganku?

Bismillahirohmanirahim….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s