Perempuan dalam cerita

Sensus dunia mencatat bahwa populasi perempuan sekarang lebih banyak 3X lipat dibanding para laki laki. Bisa jadi karena kelahiran perempuan yang semakin banyak atau efek dari seorang perempuan yang secara ilmiah dan analisis molekulernya memang mempunyai umur yang lebih panjang. Bicara tentang perempuan, aku jadi ingin bicara banyak tentang jodoh, keluarga, anak, suami, dan sebuah kisah yang panjang. Aku suka pada dunia perempuan (Jelaslah, karena aku sendiri adalah perempuan). Perempuan mungkin tidak ditakdirkan sebagai pemimpin dunia seperti halnya para laki laki. Tapi perempuan memegang peranan penting dalam kemajuan sebuah negeri. Perempuan itu menjadi penting dalam pembentukan sebuah karakter. Sebagai istri yang mengatur rumah tangga. Perempuan lebih cenderung mampu bekerja dalam banyak hal sekali waktu, beda dengan pria yang hanya bisa bekerja dalam satu hal sekali waktu. Makanya Allah mentakdirkan perempuan untuk mengatur rumah tangga. Mengatur anak, keperluan, suami, dan lain sebagainya. Dan Pria mencari nafkah dengan kelebihan kekuatan fokusnya. Hal yang menarik untuk dipelajari. Perempuan harus mampu dan serba bisa. Harusnya seperti itu. Mencuci, menjaga kebersihan, memasak, dan hal remeh temeh lainnya. Karena di dalam keluargalah para perempuan dapat mendapat surga. Sejatinya seperti itu.
Didalam kisahnya, Ada seorang perempuan yang datang kepada Rasulullah dan bertanya. Singkatnya seperti ini. Perempuan itu diutus oleh beberapa perempuan lainnya untuk mempertanyaan kedudukannya. Mereka cemburu terhadap laki laki yang bisa dekat dengan Rasul, bisa berada paling depan saat solat. Sedangkan perempuan harus dibelakang, dan terkadang malah perempuan lebih baik dirumah. Laki laki boleh berjihad dalam perang lalu masuk surga sedangkan perempuan tidak dianjukan perang. Jelas dengan begitu para laki laki akan mmempunyai kesempatan untuk mendapat pahala lebih banyak dibanding kita para perempuan. Dan Rasulullah pun menjawab. Sesungguhnya jihad kalian berada di dalam rumah keluarga kalian. Allah sebenarnya meringkan beban seorang perempuan. Mencuci, mendidik anak, melayani suami, dan melakukan hal sepele yang baik dirumah  itu sudah menjadi amal yang setara dengan perang jihad. Perempuan yang baik dalam keluarganya itulah perempuan yang istimewa. Karena berdirinya peradaban dimulai dari keluarga. Dan keluarga yang baik adalah yang didalam ada pemimpin yang baik dan pengatur yang baik. Perempuan dan laki laki yang menikah dengan maksud yang baik.

Dan perempuan penting dalam membentuk seorang sosok yang keluar dari rumahanya. Anak yang menjadi interpretasi hasil didikannya bersama suami. Dan suami yang menjadi orang yang dekat. Perempuan yang baik akan mampu membentuk anak yang baik, dan dibalik laki laki hebat ada perempuan yang kuat. Seperti itu.

Lalu sempat terbersit pertanyaan, lalu apakah wanita berhak memilih siapa pemimpin mereka dalam keluarga? Ya, aku pikir begitu. Biasanya pemimpin itu dipilih rakyat, bukan rakyat yang dipilih pemimpin. Jadi wajar saja menurutku kalau para perempuan memilih para calon suaminya. Karena para perempuan juga punya hak memilih masa depannya. Masa depan tempatnya berjihad. Dan dalam Alquran juga disebutkan bahwa perempuan yang baik untuk laki laki yang baik, dan perempuan keji untuk laki laki yang keji. Dan sebaliknya.

Dan setiap perempuan punya ceritanya sendiri sendiri. Bentuk jihadnya sendiri.
Sedikit tulisan dari banyak pemikiran tentang perempuan dan peranannya.
Memang penting bagi perempuan untuk belajar tentang bagaimana berumah tangga yang baik. Tak hanya sekedar hidup, menikah, melahirkan. Tapi lebih dari itu. Karena disitulah jihad para perempuan.
Dan perempuan dalam cerita.
#tulisan ini bukan berarti aku ingin segera menikah, tapi sedikit gambaran bahwa aku harus belajar banyak tentang rumah tangga islami. Menjadi perempuan, menjadi ibu, menjadi istri, menjadi tetangga, menjadi orang yang berpengaruh besar dalam sebuah komunitas bernama keluarga, menjadi sosok berpengaruh besar juga dalam peradaban dunia. Karena disana aku akan menjadi berarti lebih. Mengabiskan masa hidup, menghabiskan sisa dunia, dan menjadi amal untuk bekal di akhirat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s