Untitle

kata kataku berserakan,
ditanah, dengan genangan air yang telah lama ada
janjiku berlabuh dalam bidang yang berbeda
disudut meja, dipuncak gunung, didasar lautan, didalam perut seekor singa hutan
semua menjadi tidak pada tempatnya, sedikit resah
bertanya tanya, Apa yang kucari saat aku ingin berdiri di tepi sungai ini?
apa yang kucari di kehidupan ini?
debukah, percikan air, atau sekedar pemandangan yang yang lain
berfikir dalam ritme waktu yang lama, hingga aku tersadar bahwa senja telah datang
aku telah tau, aku hanya ingin oksigen, itu saja yang kubutuh
bersambung dengan bayangan yang terbentuk
aku hanya butuh oksigen dari dalam sana dan dari sini
aku berharap, dan bersujud dalam rengkuh yang lebih dalam
adakah Tuhan akan mengabulkan
tentang oksigen yang hadir dalam bentuk sebuah petunjuk
agar aku bisa bernafas lebih baik, agar aku tau jalan mana yang harus kutempuh untuk bernafas
proses nafas yang nyaman
aku kembali dalam bayangan air dan bertanya

aku telah lama berdiri disini
lebih berharap tentang hal yang lebih dari sekedar tentang rasa
cintaMu, yang membuatku berharap aku kan kembali
dengan janji,
dengan cinta,
dengan jawaban atas pertanyaan yang masing melayang layang
akan ada jalan yang kunanti
untuk aku bisa kembali ke cintaMu
benar benar kembali dan tidak akan pergi lagi
lalu kucoba merapikan kata dalam surat cinta yang terindah
dalam percikan air yang lebih tenang
berharap tentang rindu yang benar benar menggebu untuk lebih dekat denganMu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s