Semasa kemasyarakatan

Image

Telah 15 hari aku ditempat ini. Dimana aku bisa melihat bintang lebih dekat, menikmati awan yang ada disekeliling rumah, warna matahari yang perlahan datang dan memberikan semburat orange. Tempat ini yang selalu membuatku selalu merasa kedinginan karena udaranya yang dingin dengan kelembaban yang rendah. Tempat ini yang membuat kulitku menjadi kering dan kasar karena berbagai elergi yang kurasakan. Tempat ini yang menjadi tempat yang akan kurindukan nanti. Seperti pagi ini 23 juli 2012, saat matahari perlahan mulai terbit dari balik gunung. Dengan bentuk awan yang warna gradasi sangat indah dimataku.

Hidup ditengah – tengah masyarakat yang tidak pernah kita tau bagaimana mereka sebelumnnya. Masa ini disebut masa kemasyaraktan. Masa kita belajar dari masyarakat tentang banyak hal. kemanusiaan, kepedulian, organisasi, tenggang rasa, dan bagaimana kita bersosialisasi dengan banyak orang. Semua menjadi masa yang penting dan banyak pelajaran. Aku mengalami ini saat aku berumur 20 tahun. bulan juli-agustus 2012. Aku terjun kedalam masyarakat dengan ciri khas yang unik. Masyarakat ini dinamakan suku tengger.  Mereka tinggal di kaki gunung Bromo. Gunung yang mempunyai pesona bagi semua orang, baik dalam negeri ataupun manca negara. Sebagian besar orang yang mendatangi obyek wisata ini adalah turis dari berbabagi negara. Dalam perjalanan aku pernah berkenalan dengan 6 orang bule dari USA dan dari prancis yang juga sedang mengadakan tour  wisata di Indonesia. Mereka sangat tertarik pada gunung ini. Gunung in imempesona karena padang pasirnya dan suku yang tinggal di sekitarnya.

Aku belajar tentang masyarakat di desa Ngadisari yang terletak di kaki gunung Bromo, kecamatan Sukapura. Kabupaten Probolinggo. Masa itu berjalan selama 45 hari. Hidup dengan mereka yang berbeda denganku. Suku tengger sebagian besar beragama hindu. Masa ini juga masa yang akan ku kenang bersama teman – temanku dari UGM. Dia ada Edi pramono putro (edi), jannatu rahmah (uul), Nursyarief Boni Mulyadi (boni), Ukup Brando sidabutar (brando), Berta Martha saragih (eta), Sriulina shinta lingga (ulik), Monika andreastuti (monik), Maulida masruroh (mol mol), Nudia muntaza (nudia). Kuliah kemasyarakatan ini menjadi indah saat aku menjalani dengan mereka. Mereka yang mewarnaiku dengan warna yang berbeda – beda setiap saat. Mereka yang datang dan saling peduli. Mereka yang menjadi keluargaku disini. Masa kemasyarakatan ini  secara formal disebut sebagai KKN (Kuliah Kerja Nyata). Semacam praktikum ke masyarakat mengenai apa yang kita bidangi.

Masa kemasyarakatan dengan hidup bersama orang – orang UGM dari berbagai latar belakang. Ada yang pemberani, mandiri, manja, egois, atau apapun itu. Semua membuatku tersadar untuk bisa tetap bertahan saat aku harus berhadapan dengan orang yang aku rasa begitu menyebalkan. Pasti ada orang – orang seperti itu. Disini aku belajar untuk bersabar, belajar bagaimana aku harus saling peduli, belajar bagaimana tetap menjaga silaturami pada orang terdekat kita, belajar untuk tetap setia, belajar untuk memahami orang, belajar bagimana bersikap pada orang yang mempunyai karakteristik berbeda. Belajar untuk saling menghormati. Belajar bagaimana kita memperlakukan orang yang lebih tua dengan baik. Pembelajaran yang sangat komplek dari masa kemasyarakatan. Akupun belajar bagaimana mengatur waktu dan berdiskusi dengan masyarakat. Belajar mengatur rumah tangga dan segala keperluannya. Berlaku adil.

Aku bersyukur telah menjalani ini dengan mereka.

Mereka semua yang menjadi keluarga besarku di sana. Ternyata untuk mengatur rumah tangga tidak mudah, juga tidak sulit. Terngantung dengan siapa kita tinggal.

Masa kemasyarakatan yang menjadi pengalamana berharga. Lalu pertanyaanku

“apakah mereka akan tetap menjadi keluargaku lagi saat kita telah selesai menjalani masa kemasyarakatan ini ? apakah kita masih saling kenal dan menjalin silaturahmi yang baik?”

Aku berharap semoga Tuhan mempertemukan kita lagi bersama – sama diwaktu yang tepat. Aku ingin menguraikan bagaimana karakteritik mereka satu – persatu.

Semua tentang mereka telah terekam di dalam diriku. tetang cara hidup mereka. Tentang pribadi mereka. Tapi yang tidak banyak ku tahu adalah latar belakang mereka. Aku mungkin harus mencari lebih banyak dan butuh waktu  yang lebih lama untuk tahu tentang latar belakang mereka. Yang jelas kita semua berperan menjadi seorang anggota keluarga. Pernah menjalani sebagai anggota keluarga yang baik ataupun tidak baik. Apakah nanti saat aku mati mereka akan hadir untukku?

Tulisan ini dibuat 15 hari semasa kemasyarakatan. 15 hari masa KKN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s